![]() |
| aparat dengan senjata laras panjang di lokasi lahan |
KALIMANTANSELATAN-Nasional.www.reaksipress.com.
Entah sudah mengantongi segala perijinan atau belum dari pemerintah pusat
maupun pemda, plang dari kayu bertuliskan “PT MSAM Joint PT INHUTANI” telah terpasang
di lahan yang selama ini dikelola oleh masyarakat setempat sebagai mata pencaharian
dengan berkebun.
Dari
beberapa keterangan masyarakat, dari
ketua rukun tetanga (RT) dan dari penatua atau tokoh kampung setempat yang
dihimpun awak media, mengatakan terancam dengan tindak tanduk PT MSAM yang
diduga kuat dibekingi oleh oknum bernama "HI" orang dekat Gubernur..
Keresahan
masyarakat ini berawal dari aktifitas tiba-tiba tanpa pemberitahuan dari pihak
PT.MSAM ataupun PT.Inhutani yang mendatangkan alat berat disertai kawalan oleh
kesatuan kepolisian (Brimob) lengkap dengan seragam dan senjata laras panjang dan
langsung melakukan penguasaan lahan.
Dari
keterangan masyarakat warga asli Kampung Salino, salah satu desa di wilayah
Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
mengatakan bahwa mereka sudah sejak lama memanfaatkan sebagai mata pencaharian
lahan itu bahkan ada yang sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia
Saat
dikonfirmasi, Kepala Desa Salino terkait penguasaan lahan yang sudah lama
dimanfaatkan masyarakat setempat ia mengatakan tidak tahu menahu dan tidak ada
koordinasi atas kegiatan tersebut. Kades menyarankan wartawan media ini
menanyakan hal itu ke Polres.
Saat
dikonfirmasi pihak Humas Polres, melimpahkan ke Kapolres karena tidak mau
memberikan keterangan mengenai hal itu. Begitu juga dengan Wakapolres yang
sempat ditemui tidak mau memberikan keterangan dan meminta untuk mengkonfirmasi
ke Kabagop Polres Kotabaru. Sampai berita ini diturunkan, Kabagop Polres
Kotabaru belum dapat ditemui karena tidak ada ditempat.
Sedangkan
dari pihak Polsek Sei Pinang yang dikonfirmasi media ini memberikan keterangan
bahwa siapapun baik masyarakat atau perusahaan terkait adanya pengawalan kami
akan memberikan pengamanan sesuai perintah dari atasan, ungkapnya.
Salah satu
warga yang identitasnya dirahasiakan media ini mengatakan bahwa sempat menerima
pengancaman penculikan jika tidak mau menurut,
Kontributor : Team SPB
Editor : A.Maradja



