iklan *

Pilkada Aman, Terima Kasih TNI-Polri

Maros.Artikel- reaksipress.com -
من لم يشكر الناس لم يشكرالله
"Barang siapa tidak pandai berterima kasih kepada sesama manusia, berarti dia tidak dianggap berterima kasih kepada Allah" Hr. Tirmidzi dan Ahmad

Hadis atau perkataan mulia dari Rasulullah saw menjadi petunjuk kita semua betapa agungnya akhlak berterima kasih kepada sesama, sebab dianggap tidak berterima kasih kepada Allah. Rasa syukur dan terima kasih atas nikmat kedamaian, ketenangan dan tidak adanya huru hara saat Pilkada serentak di 171 Provinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesa 2018.

Di karenakan adanya dua institusi negara yang kompak bertugas mengamankan giat hajatan demokrasi ini. Yaitu TNI dan Polri, mereka di ibaratkan tangan kanan dan tangan kiri bagi tubuh manusia (negara) saling membantu dan melengkapi.

Penulis melihat dan membaca keadan, betapa meraka TNI-Polri bekerja penuh dedikasi tanggung jawab dan ikhlas. Foto-foto yang diunggah di medsos menjadi rujukan, sebab dari gambar tersirat pesan; ada yang tidak tidur semalam suntuk menjaga kotak suara, ada yang memikul kotak suara naik dan turun gunung, ada yang menyusuri lautan menuju pulau-pulau bertaruh nyawa mengawal logistik Pemilu demi berlansungnya pemilihan sesuai jadwal yang direncanakan.

Jika ada yang bertanya, seberapa pentingkah kondisi aman?

Jawabnya, sangat penting sekali, ia nikmat paling besar, bukankah aman sinonim dengan iman. Saking urgennya kondisi aman, Nabi saw tiap bulan ketika melihat bulan sabit lalu berdoa. Dalam redaksi kalimat doanya, "Allahumma ahillahu alyna bil amni wal iman wassalamati..."Hr. Darimi. Artinya: Ya Allah! jadikanlah bulan ini aman dan penuh keimanan dan keselamatan...,

Timbul pertanyaan dari redaksi doa ini,  kenapa Nabi saw lebih dahulu memohon kondisi aman, kemudian iman? Ini bisa dijawab dengan kaidah, "bahwa apabila sesuatu didahulukan penyebutanya, maka hal itu dipastikan ia inti dari urutan-urutan tersebut atau hal yang sangat penting."

Contoh: dalam pidato sambutan hadirin yang paling dahulu disebut namanya dalam pidato dipastikan bahwa tokoh itu adalah tamu inti dari acara tersebut. Jawaban kedua, tidak akan bisa terealisasi iman kepada Allah swt yaitu mengerjakan salat berjaamah, puasa, zakat dan haji jika kondisi lingkungan tidak aman dan damai.

Hingga pemahaman inilah yang mendorong penulis, setiap mengisi khutbah jumat terutama menjelang Pilkada  serentak 2018 selalu mengajak dan menghimbau masyarakat untuk menjaga siskamtibmas (situasi keamanan dan ketertiban masyarakat) sebab kondisi aman adalah nikmat terbesar dari Allah swt yang mesti kita dilestarikan bersama. Jadi tugas TNI-Polri dan yang terlibat membantunya adalah ibadah.

Dalam catatan penulis, dua kali diabadikan pemohonan Nabi Ibrahim dalam al-Qur'an agar kota tempat tinggalnya senantiasa aman dan damai. Pertama, dalam surah al-Baqarah 126, "Rabbij alhadza balada aminan," Kedua, disurah Ibrahim ayat 35 redaksi doanya sama, yang memedakan hanya penghujung dari doa tersbut, tatapi inti dalam doa adalah kedamaian.

Akibat rasa aman, konon ada cerita sepasang pengantin baru senyum sumbringah dipagi hari karena sukses melewati malam pertamanya. Rasa senang pengantin baru itu ditulis dalam status medsosnya, "menyesal saya baru menikah, sebab sedikit saja enaknya pengantin baru, selebihnya enak semua dan enak sekali". Pasti rasa senang seperti pengantin baru, juga dirasakan oleh pemenang Pilkada serentak 27 Juni 2018.

BERTERIMA KASILAH SEBAGAI BENTUK UNGKAPAN RASA SYUKUR KEPADA SESAMA INSAN.

Penulis : Ust. Hamka Mahmud, S.Pd
                 (Dai Kamtibmas Maros)

Artikel

Religi