![]() |
| Abdullah Toduho, didampingi petugas Avsec Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Otban Wilayah V Makassar |
![]() |
| Abdullah Toduho mengelurkan barang bawaannya untuk diperiksa oleh petugas Bandara |
Maros.Sulsel-
reaksipress.com -Penumpang pesawat
Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ590 dari Jakarta menuju Ternate dan melakukan
transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan,
Ju’mat (23/03) harus berurusan dengan pihak keamanan bandara (Avsec) karena
bergurau tentang barang tentengan yang ia bawa ke atas pesawat.
Kejadian
berawal saat penumpang lelaki Abdullah Toduho, warga Oba tengah Maluku, yang
akan berangkat setelah proses transit bersama rombongannya kembali ke Ternate
dengan nomor penerbangan SJ-556 setelah mengikuti Rapimnas Partai Perindo di
Jakarta, bergurau ketika ditanya perihal tentengan tas plastik yang ia bawa ke dalam
pesawat oleh temannya. Abdullah Toduho kemudian menjawab bahwa yang ia bawa
adalah bom.
Mendengar
hal tesebut, pramugari yang sedang bertugas kemudian menegur Abdullah untuk
tidak bercanda seperti itu, dan meskipun telah meminta maaf namun untuk menjaga
segala kemungkinan yang bersangkutan kemudian tetap dilaporkan ke pihak Aviation
Security (Avsec) Bandara,
Mendapat
laporan, pihak Avsec Bandara Intenasional Sultan Hasanuddin Makassar, kemudian
menurunkan yang bersangkutan bersama barang bawaannya untuk dilakukan
pemeriksaan secara seksama.
Dalam
proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan, pihak Avsec Bandara tidak
menemukan bahan dan benda berbahaya dalam barang bawaan, dan dalam interogasi
Abdullah mengaku hanya bercanda.
Abdullah
Toduho kemudian diserahkan ke Squad Leader TMA team bravo untuk dilakukan
penyelidikan lebih lanjut dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi
candaan mengenai BOM.
Setelah
menanda tangani pernyataan diatas materai dan disaksikan oleh pihak AVSEC AP 1
Team BRAVO, Abdullah Toduho kemudian meninggalkan posko Avsec bandara menuju
area keberangkatan untuk kembali ke Ternate.
Reporter : Makmur, HT
Editor : A. Maradja



