iklan *

PARAH, TAMBANG PASIR LAUT GALESONG TAKALAR AKIBATKAN ABRASI HINGGA 15 METER



Takalar.Sulsel- reaksipress.com -Aksi penolakan tambang pasir di pantai Galesong terus berlanjut, setelah melakukan aksi di depan Kantor DPRD Takalar dan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Takalar beberapa waktu lalu, massa anti tambang pasir laut galesong kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi selatan, Kamis (01/03).

Menurut pimpinan aksi, M. Al amin kepada reaksipress.com via whatsapp masanger, masyarakat Galesong raya menolak tambang pasir itu karena terbukti telah merusak lingkungan dan mengancam mata pencaharian sebahagian masyarakat pesisir.

Dari hasil analisis masyarakat dan sejumlah NGO kegiatan tambang pasir laut di Takalar, selain menimbulkan kerusakan, kegatan tersebut telah menyalahi banyak aturan dan ketentuan.

“Walaupun sejumlah perusahaan sudah mengantongi izin dari instansi terkait, namun setelah ditinjau lebih dalam, ternyata izin tersebut tidak didasari oleh aturan tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Dengan demikian izin tersebut patut kami nilai bermasalah atau menyalahi peraturan perundang-undangan. Hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, kejaksaan dengan memeriksa pihak yang mengeluarkan izin.”bebernya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini, kegiatan tambang pasir laut yang terus berlangsung  memberi dampak serius bagi masyarakat dan lingkungan hidup di kawasan pesisir Galesong karena sejak adanya penambangan tersebut, jumlah tangkapan ikan nelayan, terutama nelayan pancing mengalami penurunan drastis. Hal ini disebabkan air laut mengalami kekeruhan sehingga nelayan sulit mendapatkan ikan saat melaut, juga sejumlah daerah di Galesong, seperti Desa Tamasaju, Desa Bonto Sunggu, Desa Sampulungan, Desa Palalakkang, Desa Mangindara, Desa Popo dan Desa Kaluku Bodo telah mengalami abrasi yang sangat parah.

“Abrasi pantai di desa-desa tersebut rata-rata telah mencapai 15 meter. Bahkan di Desa Tamasaju, terdapat 3 rumah yang dindingnya rusak akibat terpaan ombak dan abrasi.”pungkasnya.

Reporter : Achy
Editor      : A. Maradja


Headline

Sul-Sel