Maros.Sulsel- reaksipress.com -Rencana pembangunan tembok pembatas oleh pihak Balitsereal Maros, mendapat protes dari warga Bontocabu Kecamatan Lau, karena menganggap pembangunan tembok akan menutup akses jalan buat warga dalam beraktifitas.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dimediasi aparat Kepolisian Polsek Lau, warga dan Balitsereal Maros melakukan pertemuan di ruang rapat Kantor Balitsereal di Kelurahan Allepolea Kecamatan Lau,Senin (07/05)
Dalam pertemuan Kepala Balitsereal Maros, Dr. Azrai, SP., MP., menegaskan bahwa akses yang ditutup masih merupakan area Balitsereal namun pihaknya juga memberikan kesempatan kepada warga untuk bersurat ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan memberikan waktu selama satu minggu kepada warga. Apabila dalam waktu seminggu warga belum mengirim surat maka pekerjaan pembangunan pagar/tembok pembatas akan dilanjutkan.
Sementara, melalui perwakilan mereka warga bontocabu Maros meminta agar pihak Baritsereal Maros tetap memberikan akses jalan kepada warga karena menjadi sarana untuk melakukan aktifitas.
Dalam pertemuan tersebut belum ada titik temu antara warga dan pihak Balitsereal, sehingga warga mengancam akan melakukan aksi apabila pihak Balitsereal tetap melanjutkan pembangunan tembok/pagar.
Sebagai mediator,Polsek Lau melalui Kapolsek Lau AKP Nano,SH., berharap kedua pihak bisa menahan diri agar situasi dan kondisi tetap kondusif hingga ada solusi dari polemik pembangunan pagar pembatas oleh pihak Balitaereal Maros.
Reporter : MR
Editor : A. Maradja


