Artikel-Kesehatan.www.reaksipress.com.
Masalah kesuburan yang kerap merusak kebahagiaan tidak hanya dialami
kaum wanita. Pria juga berpotensi mengalami kemandulan. Memang, setiap pria
pasti berusaha menjaga "organ pribadinya" agar tetap dalam kondisi
prima.
Dengan mengubah sedikit saja kebiasaan hidup, seorang pria
dapat selamat dari bahaya kemandulan. Berikut ini adalah 10 kebiasaan
sehari-hari yang bisa menurunkan jumlah sperma hingga mengakibatkan kemandulan.
1. Memakai celana dalam yang salah
Celana dalam yang sempit membuat skrotum tertekan. Tentunya
ini mengurangi sirkulasi udara dan menyebabkan suhu testis meningkat di atas
suhu normal. Hal ini menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat untuk
produksi sperma.
Riset dari National Institute
of CHild Health and Human Development mengungkap hubungan antara
pilihan pakaian dalam dan kualitas sperma, dari 500 pria selama satu tahun.
Riset tersebut menemukan fakta, mereka yang memakai celana
dalam siang dan malam berisiko 75 persen lebih tinggi mengalami kerusakan sperma,
dibandingkan mereka yang memakai boxer pada
siang hari dan tidur telanjang pada malam hari.
Beberapa ahli memperingatkan, celana untuk bersepeda dan skinny jeans pun memiliki efek yang sama. Sementara
itu, boxer tidak berpengaruh dalam penurunan jumlah sperma
ini.
2. Melewatkan olahraga
Pria dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi,
memiliki volume cairan semen atau air mani yang lebih rendah.
Selain itu, jumlah sperma juga rendah, motilitas sperma
rendah, dan risiko cacat sperma yang tinggi, dibanding pria dengan berat badan
yang ideal.
Fakta itu ditemukan dalam sebuah studi yang diterbitkan
dalam International Journal of Andrology. Para ahli mengatakan,
obesitas dapat mengganggu kadar hormon yang menyebabkan masalah kesuburan
dengan menurunkan kadar testeron dan esterogen.
Berat badan berlebih juga menurunkan kualitas sperma dengan
cara meningkatkan suhu testis karena timbunan lemak di sekitarnya.
Tapi, ini bukan berarti Anda harus melakukan olahraga
berlebihan, demi menurunkan berat badan. Olahraga berlebihan juga menyebabkan
penurunan kadar testeron.
Bahkan, pria yang memiliki berat badan kurang juga bisa
mengalami ketidaknormalan sperma dan memiliki fungsi sperma yang buruk. Cukup
lakukan olahraga dan konsumsi nutrisi yang seimbang bagi tubuh.
3. Suhu yang panas
Semua orang pasti suka mandi dengan air panas atau berada di
sauna. Namun, kedua hal tersebut ternyata dapat memicu kemandulan.
Apapun yang dapat meningkatkan suhu buah zakar dapat
berdampak pada produksi sperma, meski untuk sementara waktu. Bahkan, efeknya
bisa bertahan sampai berbulan-bulan.
Tentu, "masa depan" Anda menggantung di luar
tubuh. Demi produksi sperma yang optimal, suhu testis harus dua derajat lebih
rendah dari suhu tubuh.
Di sisi lain, berkat posisinya yang berada di luar tubuh
membuat "masa depan" pria tidak terpengaruh kondisi fluktuasi suhu
tubuh.
Untungnya, efek kenaikan suhu ini tidak bertahan secara
permanen. Namun, bagi Anda yang ingin segera memiliki buah hati, tetap saja
harus menjaga agar suhu buah zakar Anda dalam kondisi stabil.
4. Terlalu banyak menonton TV
Hampir semua orang pasti gemar menonton televisi. Jika Anda
tidak memiliki rencana untuk mendapatkan buah hati, maka lanjutkanlah kegemaran
tersebut.
Riset terbaru dari Denmark menunjukkan, menonton televisi
terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kemandulan.
Dalam penelitian tersebut, peserta yang menghabiskan lima
jam atau lebih waktu per hari untuk menonton televisi memiliki konsentrasi
sperma 29 persen lebih rendah, dan jumlah sperma 34 persen lebih rendah
daripada pria yang tidak menonton televisi.
Peneliti menduga, kemandulan tersebut akibat mereka yang
terlalu banyak menonton televisi menjadi tidak aktif bergerak.
Inilah yang menyebabkan mereka kekurangan enzim antioksidan
dan peningkatan suhu skrotum, karena aktivitas duduk yang terlalu banyak.
5.
Stres
Stres dapat mengurangi potensi reproduksi Anda. Stres memicu
pelepasan hormon yang dapat menghambat produksi testeron dan lambat laun
menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Stres juga bisa mengganggu libido dan
mengurangi hasrat seksual.
Selain itu, stres juga memicu perilaku seperti makan terlalu
banyak, konsumsi obat-obatan yang meningkat, tubuh sering sakit-sakitan, dan
membuat malas berolahraga.
6.
Kurang tidur
Ingin meningkatkan kualitas sperma tanpa melakukan apa pun?
Para ahli mengatakan, tidur dalam waktu 7-8 jam setiap malam dapat meningkatkan kesehatan sperma.
Kurang tidur dapat membuat sperma berkurang. Tidur kurang
dari 6,5 jam setiap malam bisa menurunkan kesehatan sperma hingga 30 persen. Tidurlah
selama sembilan jam setiap hari, maka kesehatan sperma Anda akan meningkat
hingga 41 persen.
7. Terlalu dekat dengan gadget
Beberapa ahli percaya, menaruh laptop pada pangkuan bisa
meningkatkan suhu di area genital. Meski, sebagian yang lain menyatakan hal
tersebut bukan masalah, namun lebih baik Anda bermain aman.
Lalu, bagaimana dengan smartphone yang
kini "menguasai" hari-hari Anda? Manusia modern kini memang tidak
bisa hidup tanpa smartphone. Namun, pertimbangkan
kembali untuk menyimpan ponsel pintar tersebut.
Riset di Inggris yang meninjau kembali 10 studi perihal
radiasi menyimpulkan, radiasi ponsel dapat mempengaruhi perkembangan, fungsi,
dan viabilitas sperma.
Jangan menyimpan ponsel pada kantong celana, terutama pada
kantong celana bagian depan. Ini bertujuan untuk mengurangi paparan sinar
radiasi pada area intim Anda.
8.
Terlalu banyak mengonsumsi kedelai dan kafein
Selain menjauhkan diri dari skiinny jeans,
pola makan Anda juga harus dijaga agar kesuburan Anda juga terjaga. Kurangi konsumsi soda dan kopi
berkafein tinggi, juga kedelai. Selain itu, kandungan asam lemak dalam junk food juga mampu menjadi pemicu kemandulan.
Sebuah penelitian dari Denmark menemukan fakta, asupan
kafein berlebihan baik dari soda, kopi, atau minuman berenergi dapat menurunkan
jumlah produksi sperma hingga 30 persen.
Sementara itu, riset dari Harvard juga mengungkapkan, pria
yang mengonsumsi makanan mengandung kedelai dalam jumlah besar berisiko
mengalami penurunan jumlah sperma hingga 32 persen per mililiter.
Riset ketiga menemukan, konsentrasi asam lemak trans yang
tinggi dapat menurunkan jumlah sperma secara drastis.
Sebaiknya, konsumsilah makanan tinggi antioksidan untuk
meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. Makanan yang mengandung asam folat
dan vitamin D juga baik untuk kesuburan.
9. Paparan BPA
Racun lingkungan seperti pestisida, logam berat, radiasi,
dan bahan kimia industri lainnya juga berperan dalam kemandulan.
Sayangnya, tanpa sadar kita malah menggunakan racun-racun
tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Waspadai botol plastik dan wadah makanan yang mungkin
mengandung BPA atau bisfenol A yang bisa mengganggu keseimbangan hormon Anda. Menurut
sebuah penelitian di Reproductive Toxicology, BPA dapat menurunkan jumlah
sperma dan motilitas.
Penelitian tersebut juga menemukan fakta, pria yang terpapar
BPA dalam jumlah besar memiliki jumlah sperma sekitar 23 persen lebih rendah,
daripada pria yang tidak terpapar BPA.
BPA juga bisa ditemukan pada makanan kaleng, banyak di
antaranya dilapisi dengan resin BPA yang bisa melelehkan bahan kimia ke dalam
makanan. Makanan bersifat asam dalam kaleng juga sangat berisiko untuk
mengundang kemandulan.
10. Terlalu sering berpesta
Semua orang pasti suka pesta. Rokok dan minuman berakohol
saat pesta adalah bagian tak terlupakan dari keseruan sebuah pesta.
Mungkin Anda merasa keren saat merokok, atau saat mengangkat
botol bir. Yah, semua pasti tahu bahwa
merokok dan minum bir adalah gaya hidup yang tidak sehat.
Alkohol, rokok, dan penggunaan opiat yang berlebihan dapat
berdampak negatif pada sperma dan testeron. Menggunakan steroid anabolik (obat
pembentuk otot dan mempercepat penyembuhan luka) dapat menyebabkan testis
mengecil dan menurunkan produksi sperma.
Sumber
: KompasHealthy
Editor : A.Maradja


