ReaksiPress.Maros. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten
Maros Sulawesi Selatan mengecam keras kebiadaban yang dilakukan tentara Myanmar
terhadap etnis Rohingya di Arakan State, negara bagian di negara Myanmar.
Sekretaris GP. Ansor Kabupaten
Maros, Abrar Rahman, menilai bahwa ini merupakan tragedi kemanusiaan terparah
di kawasan Asia Tenggara saat ini, dan menduga keras dilakukan oleh tangan
negara, baik aparat militer, keamanan, kepolisian, maupun pemerintahan Myanmar.
GP. Ansor Maros menilai tragedi
kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik khususnya
pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tidak seimbang) di daerah Arakan-Rakhine,
yang dihuni mayoritas etnis Rohingya, dengan dugaan kuat didasarkan pada perebutan
secara paksa tanah dan sumber daya khususnya minyak dan gas.
GP. Ansor juga mencermati bahwa
tragedi kemanusiaan terhadap saudara-saudara muslim Rohingya karena situasi
dimana pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam, saat
terjadi persekusi dan pembantaian terhadap kaum minoritas, Aung San Sukyi sang
penerima nobel perdamaian adalah contoh paling memuakkan dari diamnya mayoritas.
GP. Ansor maros juga mengajak
organisasi kepemudaan dan masyarakat untuk ikut berempati dan melakukan aksi
solidaritas dan misi bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya, serta
melakukan secara lebih aktif lagi ‘people to people diplomacy’ dikawasan,
dengan membangun kesadaran agar konflik geopolitik di Myanmar tidak di impor ke
Indonesia.
GP.Ansor juga menyerukan kepada
kaum muslimin tanah air untuk melaksanakan sholat ghaib kepada para korban
tewas, dan mengirimkan doa khusus dengan membaca ‘hizb nasr’ agar para korban
yang tewas mendapat ketenangan, korban luka agar cepat sembuh, yang hilang
segera ditemukan dalam keadaan sehat dan yang mengungsi mendapat keamanan dan
perlindungan.
Selain itu, GP. Ansor Maros juga
meminta agar PBB dan ASEAN memberikan sanksi tegas kepada Myanmar baik sanksi
regional maupun global atas pembiaran kejahatan kemanusiaan.
Editor : A.Maradja


