iklan *

Inovasi Sistim Pendidikan 5 Negara Maju di dunia

Sistem pendidikan di luar negeri dengan label  diakui  terbaik dunia, merangkum berbagai sumber catatan model pendidikan di 5 negara maju di dunia, dengan menghadirkan muatan muatan spesifik keberbedaan sistim dalam pembelajaran negara-negara seperti : Finlandia, Jepang, China, Selandia Baru dan India

Finlandia
Tak ada yang menyangkal kalau sistem pendidikan di Finlandia diakui menjadi yang terbaik di dunia. Bahkan beberapa waktu lalu, sistem di Negeri Nordik itu hendak diikuti Indonesia. Berikut sistem pendidikan sukses di Finlandia dan berhasil mencetak generasi cemerlang.
1. Tak pernah menyuruh siswa untuk membuat pekerjaan rumah dan menerapkan standar nilai ujian kecuali ketika mereka berusia 16 tahun Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yakni
2. Semua anak, pintar atau tidak, belajar di kelas yang sama atau Tak ada jurang yang terlalu lebar yang membedakan siswa yang terpandai dan paling tertinggal di kelas.
3. Siswa SD memiliki waktu istirahat 75 menit sehari, sedang Guru hanya menghabiskan 4 jam di kelas. Sementara itu, 2 jam seminggu guru memperoleh pendidikan pengembangan profesi
4. Jumlah guru dan murid sepadan, biaya sekolah 100 persen didanai Negara, hanya saja semua guru harus bergelar master dan sepenuhnya disubsidi pemerintah
5. Tahun  2011, 6.600 orang bersaing merebut 660 kursi pelatihan guru SD Di Indonesia, guru SD dianggap pekerjaan prestisius. Guru sama prestisiusnya dengan dokter dan pengacara.
6. 30 persen anak-anak di Finlandia memperoleh beasiswa selama 9 tahun untuk sekolah

Jepang
 1. Para murid tidak diberikan hafalan dan hitungan matematis yang begitu memusingkan kepala, anak-anak lebih dirangsang dengan permainan yang memiliki unsur edukasi, semisal bagaimana mengenal sejumlah flora dan fauna.
2. Tingkat Dasar mereka didorong agar terus berkreativitas dan saling welas asih, sehingga diharapkan ketika tumbuh mereka bukan bagian kelompok individualis dan mementingkan diri sendiri. Menekan ego anak untuk unggul sendiri terus dilakukan. Mereka diharapkan unggul secara berkelompok dalam tim yang solid. Maknanya, penekanan kerja sama menjadi poin penting.
3. Prioritas program literasi, di mana murid sekolah dasar telah diajak menyukai perpustakaan. Mereka bisa nyaman berjam-jam duduk di perpustakaan sembari melihat aneka buku anak yang jumlahnya ratusan judul itu.

4. Guru memiliki kendali penuh,” kata Verna Kimura, konsultan pendidikan yang tinggal dan mengajar di Jepang selama lebih dari dua dekade.
5. Anjuran  berkompetisi pada setiap jenjang, dimulai dengan bejuang untuk masuk ke TK favorit.”  Orang Jepang percaya bahwa kebiasaan belajar yang baik di usia muda akan membangun pola yang akan terus diterapkan oleh anak-anak saat beranjak dewasa. Di usia 6 atau 7 tahun, para murid diajarkan kemapuan mengikuti ujian yang spesifik, seperti cara menggunakan proses eliminasi untuk menemukan jawaban yang benar untuk soal pilihan ganda. “Pendekatan itu mungkin tampak intens, tetapi atmosfer yang tercipta akan membantu membangun daya juang dan tanggung jawab,” kata Kimura.
6. Memperkaya kreativitas, di antaranya membebaskan mereka dalam menggambar, menyanyikan lagu dan membuat ritme sederhana, serta mengungkapkan imajinasi dengan gerakan dan kata-kata.

China:
1. Jam Sekolah yang Panjang murid-murid prasekolah di China saja bisa belajar selama 8 jam per hari, dan begitu berusia 6 tahun, anak-anak menghabiskan beberapa jam lagi untuk mengerjakan PR. “Orang tua di negara ini akan melakukan apa saja untuk memastikan anak tunggal mereka sukses dan masuk ke universitas top di masyarakat yang sangat kompertitif ini,” kata Stephanie Giambruno,

2. Ketat PR, tak akan menjumpai anak TK di negara ini bermain di luar, karena mereka berada di rumah mengerjakan PR. Bahkan di hari Sabtu, mereka belajar bahasa Inggris atau mata pelajaran lain.” Tentu saja, semua itu tidak sia-sia.
3. Murid-murid di China yang berumur 6 tahun ke atas telah mampu menghapal karakter huruf Mandarin yang rumit (sebanyak 50 karakter baru setiap minggu), menguasai bahasa kedua (umumnya bahasa Inggris), dan mempelajari lebih jauh pelajaran sains, mengambil tiga hingga empat tahun di SMA untuk mata pelajaran biologi, kimia, dan fisika, sementara kebanyakan murid Amerika Serikat hanya setahun untuk setiap mata pelajaran itu.

 Selandia Baru:
1. Anak-anak  didorong untuk mengunggah karya mereka di dunia maya sejak usia dini. “Para murid mulai menggunakan teknologi sejak usia 5 tahun, menggambar dengan program grafik sederhana, lantas mendiktekan keterangannya kepada para guru,” kata Sarah McPherson, Ed. D., kepala departemen teknologi instruksional di New York Institute of Technology, Old Westbury, New York, Amerika Serikat, yang belum lama ini berkunjung ke sekolah-sekolah di Selandia Baru.
2. Berekspresi, atau menyuarakan diri,  tegas Dr. McPherson “Begitu mereka duduk di kelas tiga, mereka sudah mengunggah tulisan dan gambar mereka sendiri.” Semua itu merupakan bagian dari tujuan Kementerian Pendidikan Selandia Baru untuk menciptakan generasi anak-anak yang mampu mengekspresikan diri mereka sendiri, dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka. “Blogging merupakan salah satu cara "
India
1. Prioritas pada pendidikan  Akademik, berlaga dalam pertandingan tebak kata, bukan sepak bola atau tenis?
Begitulah yang terjadi di India. Pertandingan elokuensi, catur, dan tentu saja, tebak kata, menarik ratusan penonton untuk menyaksikan, menggambarkan penekanan negara itu pada pemikiran kreatif. Sejak usia muda, para murid didorong untuk mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler yang menitikberatkan kepada kemampuan akademik daripada fisik.

“Ketika Anda bermain tebak kata, Anda berkomunikasi secara non-verbal kepada rekan satu tim, dan mereka harus menerjemahkan apa yang Anda ucapkan,” kata Compton, pembuat film seri dokumenter tentang edukasi global, antara lain The Finland Phenomenon: Inside the World’s
Most Surprising School System. “Hal itu membutuhkan kreativitas yang luar biasa dan kemampuan memecahkan masalah.
2, Mengajarkan matematika Vedic, sistem formula Hindu kuno, yang dikenal sebagai sutra. Dengan menerapkan 16 aturan pada berbagai soal matematika, antara lain yang perkalian dan pembagian, para murid menggunakan kemampuan tersebut untuk menghadapi ujian-ujian yang kompetitif_Dari berbagai sumber.
___________
Reaksi Press_Adaptasi Tulis Oleh : Kaimuddin Mbck.

Pendidikan