iklan *

PESAN TOKOH TERKENAL SEBELUM VONIS KEMATIAN

Pesan penting menunggu vonis kematian, sedang mereka memandang kematian hanyalah kelahiran kembali, betapa peluru yang bersarang di leher, atau kepala yang terlepas dari badan, mungkin juga hentakan  listrik megavolt  yang mengakhiri hidup, tak membuat mereka takut lalu bungkam. Mengupas ucapan terakhir para tokoh terkenal dunia, sesaat sebelum ruh meninggalkan raga.*Umar Mukhtar, pahlawan Libya dalam film "Lion of The Desert", beri pesan pada seorang wanita, "jika tak kuat melihatku di gantungan, sembunyikan dirimu atau air matamu dari anak-anak, aku takut mereka menjadi lemah"
.

* Sayyid Qutb, ulama  yang memperjuangkan Mesir untuk bebas dari pengaruh barat, dieksekusi mati oleh presiden Mesir. Pesan terakhirnya "Akhirnya,  Allah tempat kembali, tapi yang berbahagia adalah orang yang dekat dengan Allah semasa hidupnya."

*R. W. Monginsidi di Pacinang, Makassar,  tanggal 5 September  1949. Ada yang mencatat bahwa beberapa menit sebelum dieksekusi, pemimpin gerilya yang ditakuti tentara pendudukan Belanda itu memberi maaf kepada regu serdadu yang bertugas menghabisi nyawanya. Mungkin saat itu ia menukil Injil Lukas yang merekam apa yang dikatakan Yesus di saat-saat penyaliban. Tapi mungkin juga ia – yang tak mau meminta grasi kepada pemerintahan kolonial — sudah lama menerima apa yang datang bersama zamannya. Katanya " perjuangan terkadang demikian, seperti bunga yang sedang hendak mekar dan digugurkan oleh angin yang keras”


* George Appel (1928), Eksekusi dengan kursi listrik, pesan sebelum vonis kematian "Baiklah saudara-saudara sebentar lagi kalian akan melihat apel matang.”

* Erskine Childers, Pejuang Irlandia (24 November 1922,(Eksekusi dengan ditembak mati ), pesan sebelum vonis kematian, “Maju selangkah lagi bung! Itu akan menjadi lebih gampang.”

*John Cockrum, (30 September 1997 : Eksekusi dengan suntik mati, Texas) pesan sebelum vonis kematian
“Terimakasih kematianku berarti  perubahan hidup yang telah kamu berikan, cinta dan hubungan erat keluargaku dan anakku yang cantik. Terimakasih…”

* James Allen Red Dog, (3 Maret 1993, Eksekusi dengan suntik mati, Delaware)_katanya/ pesannya pada al gojo sebelum vonis kematian: “keadaan ini menenangkan,  Aku akan pulang kerumah, sayang.”

*George Engel (salah satu dari 4 terpidana mati pemboman sebuah hypermarket di Chicago tahun 1986)
Kata-kata terakhir di tiang gantungan) : “Hidup untuk anarki, bom meledak di kepala atau leher putus oleh al gojo ! Ini saat paling membahagiakan dalam hidupku.”

* James French, (1966, Dieksekusi di kursi listrik, Oklahoma)
“Apa in akan jadi headline di koran besok? French Fries.”

*Jimmy Glass (12 Juni 1987, Dieksekusi di kursi listrik, Louisiana.) pesan sebelum vonis kematian
“cepat lakukan vonis matinya, Aku hendak memancing setelahnya ”

*Barbara Graham (3 Juni 1955) pesan sebelum vonis kematian“Orang baik selalu sangat yakin kalau mereka itu benar.”_(Dieksekusi di San Quentin.)

*Nathan Hale (1776), pahlawan Amerika, pesan sebelum vonis kematian : “Adalah kewajiban bagi setiap perwira yg baik untuk mematuhi segala perintah dari komandannya.”_ (Ditembak mati oleh Inggris karena dianggap mata-mata)

*Lionel Herrera (12 Mei 1993)pesan sebelum vonis kematian
“Aku tidak bersalah, tidak bersalah, tidak bersalah. Ini semua kesalahan. Aku tidak berhutang apapun ke masyarakat. Aku orang yang tidak bersalah dan ada yang salah dengan semua yang terjadi malam ini.”_(Eksekusi dengan suntik mati, Texas.)

*Saddam Hussein (30 Desember 2006)_pesan sebelum vonis kematian
“Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah pembawa wahyu Allah.”_(Eksekusi dengan digantung di Camp Justice di Khadimiya)

*Steven Judy (9 Maret 1981)pesan sebelum vonis kematian :
“Jangan ada dendam. Ini perbuatanku. Maaf terjadi semua ini.” (Dieksekusi di kursi listrik, Indiana.)

*Missak Manouchian (21 Februari 1944), pemimpin dari pergerakan komunis Paris, the Francs Tireurs et Partisans – Main – d’oeuvre immigrée (FTP-MOI)_pesan sebelum vonis kematian“Melinée sayangku, cintaku. Dalam beberapa jam aku tidak akan berada di dunia ini. Kita akan melakukan eksekusi hari ini jam 3. Kejadian ini bagaikan kecelakaan dalam hidupku, aku tidak percaya tapi meskipun begitu aku tahu aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.”_(Eksekusi dengan regu tembak.)

*Marie Antoinette (16 Oktober 1793), Queen of France,
“Selamat jalan anak-anakku, aku pergi ke ayah kalian. “Tuan, maaf…” Diucapkan ke sang algojo setelah tidak sengaja menginjak kakinya. _(Eksekusi dengan guillotine.)

*Mario Benjamin Murphy (17 September 1997) pesan sebelum vonis kematian
“Hari ini hari yg bagus untuk mati. Aku memaafkan kalian semua. Semoga Tuhan juga.”_ (Eksekusi dengan suntik mati, Virginia.)

*Benito Mussolini (1945), Diktator Italia_pesan sebelum vonis kematian
“Tembak aku di dada!, aku ingin berhamburan” (Diucapkan ke sang algojo.)

* Harry Harbord “Breaker” Morant (1902), Australian poet & national hero_.pesan sebelum vonis kematian : “segera, Tembak dengan tepat , dan jangan mengacaukannya!” (Eksekusi dengan regu penembak.)

*Carl Panzram (5 September 1930) _pesan sebelum vonis kematian
“Ayo cepaat, ! Aku bisa menggantung selusin orang saat kalian masih saja ribut kesana kemari.”_(Eksekusi dengan digantung di Leavenworth, Kansas.)

*Sir Walter Raleigh (29 Oktober 1618)_pesan sebelum vonis kematian
“Jadi hati selalu benar, tidak masalah dimanapun kepala ini berada.”_(Eksekusi dengan dipenggal.)

*John Eldon Smith (15 Desember 1983)_pesan sebelum vonis kematian
“Well, Tuhan akan mendapatkan satu lagi, aku....” (Dieksekusi di kursi listrik, Georgia.)A

Strata konflik mereka dengan penguasa, tak mengindahkan lebih bahwa Pahlawan adalah sesuatu yang berlebih, juga tidak berarti sebuah komunitas tak dikukuhkan tanpa orang-orang hebat seperti mereka, selalu yang tersisa, terkenang  adalah "tindakan-tindakan hebat". Dengan kata lain: perbuatan baik.  Semisal Monginsidi kekal bukan sebagai tokoh luar biasa, tapi sebagai kesediaan untuk berkorban bagi sebuah harapan bersama.__ Akhirnya : Sejarah selalu menyimpan sesuatu yang menakjubkan pada laku manusia, mungkin dapat jadi penanda yang mengagumkan
______
PWRI Maros, Reaksi Press : Adaptasi : Dari berbagai sumber_Tulis Kamuddin, Mbck