Maros.Sulsel-
reaksipress.com -Dewan Pengurus
Wilayah Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Sulawesi Selatan terus mendorong
kadernya untuk maju menjadi calon anggota legislatif pada ‘pertarungan’ Pemilihan
Legislatif 2019 mendatang.
Ditemui di The
Clove Cafe Maros, Sekretaris Umum Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia
(GNPHI) Sulsel, Hamzah Usman Amd. Kep pada, Rabu (04/04) mengatakan mendukung
penuh setiap anggota yang ingin bertarung di kancah politik.
“Langkah
visioner dari dewan senior yang ingin bertarung di kancah perpolitikan di Sulawesi
Selatan adalah hal luar biasa, sudah saatnya perawat ikut turut andil memainkan
perannya dalam sistem demokrasi,” ujarnya
Ditempat yang
sama, Ketua PPNI Sulawesi Selatan, Abdul
Rachmat S.Kep,Ns.M.kep,. juga optimis bisa mendudukkan anggotanya yang siap
bertarung dalam kontestasi pemilihan calon legislatif mendatang.
“Anggota
kami mencapai 80.000 orang, jika potensi ini dimanfaatkan dengan baik insya Allah
kita bisa.”katanya optimis
Ditempat terpisah,
Ketua GNPHI Sulsel, Desrianto mengatakan langkah yang diambil PPNI Sulsel
sangat baik, mengingat perjuangan yang selama ini dilakukan oleh PPNI dan GNPHI
untuk mensejahterakan anggota sangatlah sulit, karena tumpulnya kebijakan
birokrasi.
"Perawat
wajib pilih perawat, agar keterwakilan kita selaku perawat bisa ada di
DPR maupun DPD sehingga kebijakan-kebijakan tentang profesi perawat dan kesejahteraannya
dapat direalisasikan.” ungkapnya.
Sementara
salah satu calon legislatif DPD yang akan bertarung di Dapil Sulawesi Selatan ,
Muhlis Katili S.Kep,Ners., mengatakan kesiapannya
maju untuk menjadi representasi keterwakilan profesi perawat di legislatif.
"Kenapa
saat ini perawat sering diintimidasi,dieksploitasi, sampai anggota diupah tidak
layak, itu dikarenakan tidak adanya regulasi atau kekuatan profesi kita di
legislatif.” ucapnya setelah pertemuan di kantor DPW PPNI kemarin sore.
Reporter : Achy
Editor : A. Maradja


