Maros.Sulsel- reaksipress.com -Pembangunan Pasar Tradisional
Modern Panjalingan Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros yang mulai dikerjakan pada
tanggal 03 juli tahun lalu dan ditargetkan pembangunannya rampung pada tanggal
29 november 2017, ternyata molor hingga tahun 2018.
Molornya pembangunan pasar Tramo Panjanglingan
menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan yang menganggap ada sesuatu yang
tidak beres dalam proses pembangunan pasar tersebut.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda
Pancasila Kabupaten Maros, Alridho Ramadhan mengatakan bahwa penyelesaian
pembangunan Pasar Modern di Kelurahan Panjalingan tak memenuhi target.
“Sampai sekarang pembangunan pasar tradisional itu belum
rampung padahal sudah tahun 2018,”ujarnya.
Alridho juga menambahkan, Pasar Panjalingan
yang dikerjakan oleh CV. Umrah Utama yang menggunakan anggaran daerah sebesar
1.481.520.000 sesuai yang tertera di papan proyek namun pekerjaannya tak
kunjung selesai juga.
“Dari hasil investigasi dilapangan, kami
menemukan banyak kejanggalan. Dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan orang
yang kami duga terlibat dalam kasus ini,”
Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua
Pemuda Pancasila Maros, Saiful Islam yang mengatakan bahwa dari hasil
penelusuran dilapangan, mereka menemukan konstruksi bangunan yang tidak sesuai
spesifikasi.
“Baut yang digunakan sudah karatan dan keramiknya
sudah banyak yang pecah padahal bangunan tersebut sudah dua kali dianggarkan
oleh pemerintah daerah namun hasilnya sangat jauh dari harapan,”ungkapnya
"Kami juga meminta kepala dinas
koperindag agar turun ke lapangan melihat langsung kondisi pasar dan segera
melakukan tindakan terhadap kontraktor yang mengerjakan pasar tersebut,”tutupnya.
Reporter : Achy
Editor
: A. Maradja



