Maros.Sulsel. reaksipress.com Ribuan santri dan orang
tua santri Pondok Pesantren Raudhaturrasyidin DDI Cambalagi bersama ahli waris
H. Kadir Bin Rani, H. Side Bin Rani dan H. Musi, menggelar aksi siaga satu
menghadapi rencana eksekusi lahan/empang oleh Pengadilan Negeri Maros di Kampung
Cambalagi, Desa Tupabbiring, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu
(20/01).
Koordinator Forum Maros Bersatu ‘Tolak
Eksekusi Cambalagi’ Abrar Rahman dalam orasinya menegaskan bahwa berkumpulnya
ribuan orang sebagai bentuk dukungan moral dan psikologis dalam membela
kebenaran, mencari keadilan demi mempertahankan hak masyarakat Cambalagi atas
tanahnya.
Begitu mendengar kabar rencana
eksekusi, spontan mereka semua berbondong-bondong datang dan berkumpul dengan
membawa senjata tajam berupa parang, badik, bambu runcing, tombak, panah bahkan
busur sebagai senjata perlawanan terakhir jika eksekusi tetap dilakukan oleh PN
Maros.
”Kami siap menghadang dan
menghalau upaya eksekusi itu, apapun konsukwensinya, walaupun nyawa kami jadi
taruhannya, karena keyakinan kami sebagai ummat Islam bahwa perjuangan ini
adalah jihad yang benar di jalan Allah SWT yaitu mempertahankan tanah kami yang
sah,” jelas Ketua GP Ansor Maros kepada reporter reaksipress.com.
Abrar menambahkan, sejak hari
rabu kemarin hingga waktu yang belum ditentukan batasnya, warga secara suka
rela telah membuat posko-posko yang dijaga ketat selama 24 jam, mengantisipasi
jika ada eksekusi ataupun penyusup yang akan melakukan provokasi sehingga
memperkeruh keadaan.
Reporter : Ansar Moenang
Editor
: A. Maradja


