iklan *

IDIOM KETUA DPC PWRI MAROS JELANG PILKADA 2018


Maros.Sulsel- reaksipress.com Mengahadapi Tahun 2018  sebagai tahun politik, mengharuskan setiap elemen bangsa untuk mawas diri dan menata etika politik agar benturan-benturan yang berpotensi memecah belah anak bangsa bisa dihindari.
Hal ini menjadi perhatian serius Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Maros, yang memandang perlu ada langkah dini untuk mencegah kegaduhan politik.
Untuk itu, ia memberikan pesan kepada segenap pekerja pers agar berkontribusi menjaga situasi dan kondisi dengan menjadi jurnalis yang profesional,  ia juga menyampaikan beberapa pesan;
1.      Seiring perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada), media massa hendaknya hadir bukan untuk menjual diri, tetap pada posisi independen
2.      Karenanya, dia berharap kepada pihak media massa, teman jurnalis agar senantiasa memperhatikan peran dan fungsinya secara sesuai
3.      mengingatkan bagi jurnalis yang ikut dalam kompetisi pemilu atau menjadi tim sukses (TS) calon kepala daerah untuk nonaktif sementara waktu atau mundur secara permanen. .: mengingat tugas utama jurnalis adalah mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik. Karena itu, ketika jurnalis memutuskan menjadi caleg/tim sukses, ia kehilangan legitimasinya untuk kembali pada profesi jurnalistik.
4.      mengingatkan independensi media massa agar tak terseret kepentingan sesaat. Untuk itu, media massa harus ikut menjaga suasana teduh. "Jangan sampai media massa ikut menambah kegaduhan.

Penulis : Makmur HT (Ketua DPC PWRI Maros)
Editor   : A. Maradja

Artikel