Maros.Sulsel- reaksipress.com. Hujan yang mengguyur
Kecamatan Mandai pada, Ahad (10/12) malam lalu menyebabkan air saluran air tidak dapat
menampung debit air sehingga meluap ke pemukiman warga dan merendam rumah werga
setinggi 40 cm hingga 1 meter.
Warga yang tidak menyangka
datangnya banir sempat panik dan mengamankan perabot rumah tangga, dan barang
elektronik lainnya agar tidak terbawa arus dan mengalami kerusakan.
Akibat banjir ang tiba-tiba,
beberapa warga tidak bisa tidur lagi karena tempat tidur mereka bayah oleh air
banjir.
" Saya tidak sempat tidur nak,
gara- gara banjir sampai tempat tidurku basah, baru banyak semut merah " Ungkap Ibu Norma (50) dengan logat khas Bugis.
Ia harus menginap dirumah kerabatnya.
Banjir yang bukan pertama kalinya
terjadi, membuat resah masyarakat namun laporan warga tidak mendapat respon
dari pihak pemerintah setempat. Padahal mereka menduga banjir yang melanda
setiap musim hujan tiba akibat kecilnya saluran pembuangan.
Menurut mereka Selokan tidak bisa
menampung kiriman air dari beberapa wilayah disekitarnya seperti dari Bandara
Internasional Sultan Hasanuddin, Kompleks Perumahan Dinas Perhubungan, dan
Kompleks Perumahan Bumi Citra Lestari, sehingga meluap kerumah warga
Selain itu robohnya salah satu
bangunan di Kompleks perumahan BCL membuat saluran air tertutupi oleh material
bangunan.
" Hingga saat ini, untuk
mengatasi semua itu hanya inisiatif warga setempat." Jelas salah satu
korban banjir kepada wartawan reaksipress.com.
Mereka juga menagih janji para
wakil rakyat yang terkesan mengabaikan musibah yang menimpa warga Bontoa selama
bertahun-tahun
"Manami ini campur tangan
pemerintah, giliran seperti tidak ada nongol, tapi saat menjelang pemilihan
baru sering nongol." Keluh Rudi kesal.
Reporter : Haris. S.Sos
Editor : A.Maradja


