ReaksiPress.Maros. Kekeringan
yang melanda empat kecamatan di wilayah Kabupaten Maros menuai kecaman besar
dari masyarakat Bontoa bersama beberapa organisasi kepemudaan seperti HIPMI
Maros Raya komisariat Kecamatan Bontoa, LSM Lempar Salewangan, GP. Ansor
Bontoa, HPPMI Komisariat Bontoa, dan IKA DDI Takkalasi asal Maros.
Konsolidasi dan
rapat terbuka yang dilaksanakan di pelabuhan pelelangan ikan Sabanga, Desa
Bontobahari Kecamatan Bontoa, Ahad (01/10/2017) berhasil menyepakati beberapa
hal antara lain;
1.
Pembentukan wadah
perjuangan yang diberi nama GERAKAN MASYARAKAT BONTOA UNTUK KRISIS AIR (GEMBOK
AIR) dan memilih Mursin sebagai ketua, Muammar sebagai sekretaris, dan
bendahara dijabat oleh Idrus.
2.
Segera merampungkan struktur organisasi GEMBOK
AIR dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Bontoa.
3.
Segera melakukan
audience dengan anggota DPRD Maros, khususnya legislator dari daerah pemilihan
Lau dan Bontoa
Ketua HIPMI Maros Raya, Abustan Junaedi
dalam keterangannya menyatakan bahwa konsolidasi yang dilakukan merupakan upaya
pendampingan masyarakat yang telah lama menderita karena krisis air bersih.
“Kami akan mendatangi kantor bupati maros,
untuk menagih janji politik bupati saat berkampanye dulu.” Ungkapnya.
Senada, Muhammad Agung selaku juru
bicara IKA DDI Takkalasi , mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja anggota
DPRD yang tidak mampu menghadirkan air bersih di empat kecamatan pesisir.
“Maros memiliki dua sumber mata air,
Bantimurung dan Lekopancing. Sama sekali tidak masuk akal selama puluhan tahun penduduk
Bontoa selalu menderita kekeringan, sementara Grand Mall yang baru buka kemarin
sudah menikmati limpahan air Maros.” Kecamnya.
Reporter : Achy
Editor : A.Maradja


