ReaksiPress.Maros. Pertemuan
PLT HPPMI Mandai, Ahmad Syaiful bersama Sekretaris PP HPPMI Maros, Haris,S.Sos,
dengan kelompok tani Batangase pada Senin (20/2/2017) lalu, di rumah
ketua kelompok tani Batangase, Basri saebe memunculkan fakta mencengankan.
Menurut salah seorang
anggota kelompok tani yang tidak ingin disebutkan namanya, yang menyatakan
bahwa untuk dapat mendapatkan bantuan hand traktor, kelompok tani harus
bersedia membayar sebesar lima juta rupiah kepada oknum tertentu.
Petugas penyuluh
pertanian yang sempat dimintai tanggapan pada saat dialog dengan para petani, mengaku
tidak tahu menahu perihal bantuan traktor, dan meminta kepada pengurus HPPMI
untuk menanyakan langsung ke kantor Dinas Pertanian.
Kelompok tani Batangase,
sejak didirikan hingga saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari
pemerintah maupun instansi terkait.(Isla)


