Maros.Sulsel- reaksipress.com -Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan Ke-II
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros yang berlangsung di Pondok
Pesantren Raudhaturrasyidin DDI Cambalagi, Desa Tupabbiring, Kecamatan Bontoa,
Kabupaten Maros, memasuki hari terakhir.
Ibrahim, Ketua Panitia Pelaksana, kepada reaksipress.com , pada Sabtu, (17/02). Memaparkan
bahwa Diklat Terpadu Dasar (DTD) Ansor/Banser Maros Angkatan Ke- II ini
merupakan kaderisasi awal bagi calon anggota Ansor dan Banser, diikuti sekitar
100 peserta, dan berlangsung sejak kamis (15/02).
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC)
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman mengatakan, DTD
Angkatan Ke-II ini untuk melahirkan kader-kader Ansor dan Banser yang militan
dan tangguh dalam mempertahankan mengembangkan Aswaja Annahdliyah.
Faham Islam Ahlusunnah wal Jama'ah ini
(Aswaja) ini diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya warga
Nahdlatul Ulama (NU), hal ini ditegaskan Abrar Rahman saat menjadi pembicara
dalam Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan Ke II Pimpinan Cabang Cabang GP Ansor
Kabupaten Maros.
“Konsep ajaran atau faham Aswaja itu ada 4
prinsip dasar dan fundamental serta menjadi ciri khas warga NU, antara lain
yaitu, tawassuth, tasamuh, tawazun dan amar ma'ruf nahi mungkar.” Paparnya
dalam diklat.
Menurutnya Ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah adalah
benteng akidah amaliah warga NU dalam menghadapi tantangan besar dimasa mendatang.
“Kita patut mewaspadai beberapa aliran yang
akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia. Aliran-aliran ini
berpotensi memecah bela persatuan bangsa yang utuh bahkan jika dibiarkan bisa
menyebabkan chaos sosial yang berakibat perang saudara sehigga berakibat
perpecahan dan disintegrasi bangsa,” tandasnya. (abr)
Editor : A. Maradja


