Nasional.
reaksipress.com Badan Narkotika
Nasional (BNN) berhasil mengungkap rumah mewah yang dijadikan
pabrik pembuatan pil PCC, yang terletak
di Jalan Setia Budi, Solo, Senin (04/12)
Penggerebekan
dua pabrik pil PCC di Solo dan Semarang, BNN berhasil menangkap 11 pelaku. Dua
di antaranya diketahui sebagai bandar dan penyandang dana, yakni Joni dan
Ronggo.
"Joni
itu yang punya senjata api. Sedangkan Ronggo kemarin hampir melarikan diri ke
Singapura," kata Buwas, sapaan akrab ketua BNN.
Lebih
lanjut ia menuturkan , dari paspor milik Ronggo diketahui jika yang
bersangkutan berkali-kali masuk ke China dan India. Ronggo diduga pergi
berkunjung ke dua negara itu untuk berbelanja bahan baku.
"Bahan
baku pil PCC dari China dan India. Jadi Anggoro lah yang selama ini belanja di
dua negara itu. Ini bukti tertera di sini," ungkapnya.
Seperti
yang dilansir reaksipress.com
dari CNNIndonesia.com, pabril pil PCC di Solo mampu memproduksi 50 ribu butir
per harinya. Bahkan, saat digerebek kemarin ditemukan sebanyak 50 juta pil PCC
dan di Semarang sekitar 3 juta butir pil PCC diamankan oleh BNN.
"Dari
hasil memproduksi pil PCC itu, setiap bulannya menghasilkan uang sebanyak Rp2,7
miliar," ujar Buwas.
Dia
mengungkapkan. penggerebekan pabrik pil PCC itu berawal dari kasus yang terjadi
di Kendari. Saat itu terdapat puluhan anak-anak usia SD dan SMP yang
menyalahgunakan pil tersebut.
"Kita
masih ingat dengan kasus kasus Kendari yang korbannya 62 anak-anak dan satu
anak meninggal. Efeknya seperti zombie jika pil itu dicampur dengan minuman
keras," ucapnya.
Dari
kasus tersebut selanjutnya BNN dan kepolisian menyelidiki untuk mengungkap
peredaran pil PCC tersebut. Dia menyebutkan dibutuhkan waktu selama lima bulan
untuk membongkar kasus ini. Pil tersebut memang peredarannya banyak di
Kalimantan dan Sulawesi.
"Kita
mendalami asal usul pil PCC itu. Akhirnya kita menemukan pabriknya di Semarang
dan Solo. Sebenarnya sudah ditemukan cukup lama, namun baru kemarin kita yakin
tempat ini untuk pembuatan pil ini," ujarnya.
Ditengarai mesin produksi yang digunakan untuk proses
pembuatan pil PCC berasal dari luar negeri, karena sudah canggih
"Di sini ada mesin pengaduk, mesin
cetak obat, bahan baku. Mesinnya itu sudah canggih dan bukan buatan dalam
negeri," pungkasnya.
Editor :
A.Maradja


