Artikel. reaksipress.com.
Tingginya minat
wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat wisata tentu berdampak kepada
masyarakat setempat, namun tidak dipungkiri meledaknya jumlah pengunjung pada
sebuah tempat juga akan mempengaruhi lingkungan sekitar destinasi wisata itu
sendiriBanyak wisatawan mengunjungi destinasi yang memiliki keindahan yang
tidak bisa ditemui di tempat lain.
Mencegah
kemungkinan terburuk tersebut, beberapa negara membuat cara untuk
mengantisipasi hal tersebut. Salah satu negara membuat sebuah perjanjian yang
cukup menarik demi menjaga kelestarian lingkungannya.
Pengunjungi Negara Palau seperti yang dilansir dari laman Travelandleisure,
harus menandatangani sebuah surat perjanjian untuk tidak merusak lingkungan
Palau sebelum memasuki negara itu.
Menurut
Agence France-Presse (AFP), janji tersebut harus ditandatangani sebelum
memasuki negara yang terletak di samudra pasifik yang berjarak 200 km dari
Papua Barat tersebut dan diharapkan mampu menekan dan mengurangi kerusakan
ekologis yang ditimbulkan oleh peningkatan pariwisata.
"Kami
mengandalkan lingkungan untuk bertahan hidup dan jika negara kami yang indah
kehilangan degradasi lingkungan, kami akan menjadi generasi terakhir untuk
menikmati keindahan dan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan," kata
Presiden Palau Tommy Remengesau kepada AFP.
"Anak-anak
Palau, saya berjanji sebagai tamu, untuk melestarikan dan melindungi rumah Anda
yang indah dan unik. Saya bersumpah untuk berperilaku hati-hati, bertindak
baik, dan mengeksplorasi dengan penuh perhatian. Saya tidak akan mengambil apa
yang tidak diperbolehkan. Saya tidak akan menyakiti apa yang tidak menyakiti
saya. Satu-satunya jejak kaki yang akan saya tinggalkan adalah yang akan
dihilangkan," itulah bunyi perjanjian yang harus ditandatangani oleh para
pelancong sebelum memasuki negara Palau dan akan di cap di paspor turis yang
bersangkutan. (cnn)
Editor
: A. Maradja


