Maros.Sulsel- reaksipress.com.
Masyarakat Kecamatan Tanralili rayakan Maulid dengan Menggelar Maudu Lompoa di
Dusun Manippasa Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Provinsi
Sulawesi Selatan, Ahad (10/12)
Kegiatan ini merupakan kegiatan
tahunan yang dilaksanakan oleh warga setempat setiap memasuki bulan Rabiul Awal
Kalender Hijriah, sebagai manifestasi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Maulid Lompoa yang dikenal dengan
maulid perahu ini pertama kali di laksanakan oleh Almarhum Karaeng Nappa (
Anrong Guru) yang kemudian diteruskan oleh Karaeng Sikki ( Anrong Guru) yang
juga merupakan kerabat Karaeng Nappa sebagai pendiri pertama adat Maulid lompoa
ri Manippasa
Perayaan ini
juga dianggap sebagai manifestasi
kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan dilaksanakan dengan memadukan adat
istiadat setempat sebagai bentuk atau cara lain dalam menyemarakkan Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehinggah masyarakat tidak segan-segan mengeluarkan
dana hingga jutaan Rupiah
“Masyarakat menabung
sedikit demi sedikit pasca Peringatan Maulid hingga taksiran mencapai 2 sampai
5 Juta Rupiah per kepala Rumah Tangga, bahkan tak sedikit lebih dri pada jumlah
yang di taksirkan itu,” Ungkap Ramlah kepada media reaksipress.com selaku panitia.
Perayaan
yang dilakukan ini menampilkan replika perahu yang berisi dengan berbagai
hiasan yakni, sarung, telur, baju, serta pernak- pernik lainnya yang menghiasi
perahu, sehingga tampil sangat menarik dan mengundang ratusan masyarakat untuk
hadir menyaksikan perayaan tersebut.
Masyarakat
yang hadir pada perayaan tersebut bukan cuma masyarakat dari Kabupaten Maros, tetapi
juga dihadiri oleh masyarakat dari Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.
Suatu Hal
yang paling menarik lagi bahwa peringatan Maulid ini merupakan sebagai sarana
ajang silaturahmi, baik antar sesama Warga dusun Manipassa maupun dari luar,
bahkan menjadi sebuah sarana promosi wisata adat religi yang tentunya memberi
pesan bahwa apa yang mereka laksanakan sama halnya masyarakat islam pada
umumnya di luar Manippasa dengan cara berbeda tergantung cara pandang atau
pemahaman yang di yakininya,” Ungkap salah satu pengunjung, Syarifuddin.
Reporter : Haris, S.Sos
Editor
: A.Maradja


