ReaksiPess.Maros.
sempat menjadi polemik, akhirnya Batangase Business Land atau Grand Mall Maros,
resmi dioperasikan Sabtu (26/08/2017) lalu.
Lauching besar-besaran
yang dihadiri unsur muspida, tokoh masyarakat, pers serta masyarakat yang
antusias ingin melihat mall pertama di Kabupaten Maros, berlangasung meriah dan
mewah.
Dalam sambutannya,
pihak pengelola mengatakan bahwa kehadiran Batangase Businnes Land, akan
menjadi ikon wisata baru Kabupaten Maros selain Bantimurung dan
Rammang-Rammang, dan akan mempekerjakan hingga 1500 warga maros.
Namun dari sisi lain, kehadiran bangunan bergaya eropa di atas lahan
seluas delapan hektar, menjadi pemicu kemacetan baru di jalan poros Makassar-Maros,
khususnya di daerah Batangase.
Seperti yang terlihat
pada Minggu Sore (27/08/2017), kemacetan yang terjadi hingga satu kilometer
dari arah makassar dan juga sebaliknya.
“Kehadiran Grand Mall
justru menjadi titik kemacetan baru, padahal pasca peresmian under pass simpang
lima bandara, kemacetan sudah dapat terurai.” Ungkap Resky Syahbana, Kabid
Advokasi HPPMI Maros komisariat Universitas Bosowa Makassar.
“Kita berharap
Pemerintah Kabupaten Maros dan pihak kepolisian juga dinas perhubungan segera
mencari solusi, jangan sampai ini berlarut-larut sehingga bukannya memberikan
kenyamanan tapi grand mall batangse malah membuat masyarakat terganggu akibat
kemacetan ini.” Tandasnya.
Reporter :
KaIs
Editor : A.Maradja


