ReaksiPress.Maros.
Meneguk kopi dengan cita rasa khas akan memberikan rileksasi bagi setiap orang,
namun Selain rasa, suasana tempat ngopi menjadi prasyarat yang harus juga
dipenuhi sebuah warung kopi sehingga kesempurnaan dalam menikmati menjadi sulit
dilupakan.
Nah!!! Hal itulah yang
menjadi salah satu alasan kenapa harus mencoba ngopi di Warkop CITTA MAROLA,
karena dengan cita rasa berbeda dan nuansa yang berbeda pula WARKOP CITTA
MAROLA menghadirkan perpaduan nuansa budaya tomaru yang kental, warga agama
yang menyelimuti, tikar nasionalis serta iptek yang melebur dengan kekentalan
keramah tamahan.
Empat nuansa yang
dilebur dalam secangkir kopi murah tapi tidak murahan menjadi monumentalia
tersendiri bagi siapa saja yang hadir kesana.
Manager Warkop CITTA
MAROLA, S. Hidayat Assaqaf berharap warkop CITTA MAROLA yang terletak di Jalan
crizant kelurahan Pettuadae Kecamatan Turikale Maros, yang hadir dengan mengusung empat elemen
(budaya,agama,nasional,iptek) menjadi berbeda dari tempat ngopi lain di kota
Maros.
Kebebasan berselancar
dengan fasilitas wifi gratis yang berkecepatan tinggi menjamin para blogger
maupun para ‘mayainisme’ merasa nyaman, bahkan untuk memanjakan para pengunjung
CITTA MAROLA menyediakan pasilitas print gratis.
“kami juga berinovasi
dengan konsep kopi dinding. Beramal sambil ngopi,” jelasnya.
Owner CITTA MAROLA
GROUP, Makmur HT. Menyatakan bahwa warkop CITTA MAROLA merupakan salah satu
bidang usaha yang dikelola CITTA MAROLA GROUP dibidang kuliner.
“citta marola punya
tiga belas bidang usaha diantaranya event organiser, ekspedisi, agency, media,
advertising, production house, rumah games, konsul dan riset.”tuturnya
Salah satu pengunjung
setia CITTA MAROLA, yang merupakan ketua ormas LASKAR MERAH PUTIH Kabupaten
Maros, Harmin Tomaru menyatakan sangat senang dan betah ngopi dan berdikusi di
warkop CITTA MAROLA karena ada suasana berbeda yang dihadirkan oleh warkop CITTA
MAROLA.
“kopinya punya ciri
khas tersendiri, dan kita dimanjakan dengan suguhan musik kontemporer,
kolaborasi musik modern dan tradisional. Saya merasa nyaman dan betah.”tandasnya.
Koresponden : S.Hidayat, Ass
Editor : A.Maradja


