ReaksiPress.Maros.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros menggelar rapat dengar
pendapat (RDP) dengan pihak pengelola Grand Mall Batangase Maros pada Senin
(05/06/2017) di ruang rapat gabungan komisi DPRD Kabupaten Maros.
Rapat yang dipimpin langsung ketua DPRD Maros, H.A.S. Chadir Syam, S.IP. dihadiri perwakilan pihak
pengelola Grand Mall Batangase Maros, Musriyadi Sahuni, Aliansi GAMMA, beberapa
ormas Islam antara lain MUI Maros, BKPRMI Maros, HMI, KAMMI, serta beberapa
organisasi kepemudaan seperti Pemuda Pancasila, HPPMI dan Badan Lingkungan Hidup Maros (BLHD) dari pihak pemerintah
Kabupaten Maros.
RDP dilaksanakan untuk membahas dua hal pokok berkaitan dengan ketenaga kerjaan dan lingkungan hidup yang
menurut Aliansi GAMMA dan Ormas Islam,
pihak pengelola Grand mall Maros telah melakukan pelanggaran prosedur.
Uraian dari pelanggaran
tersebut adalah
1.
tidak adanya transparansi penerimaan
pegawai sehingga hal ini dianggap melanggar UU no.14 tentang keterbukaaan
informasi,
2.
Upah tenaga kerja yang tidak sesuai
dengan UMP Sulsel sesuai SK Gubernur Sulsel tahun 2017
3.
Jam kerja selama 12 jam
4.
Perempuan dilarang berhijab sesuai
informasi yang beredar di media sosial dan survey langsung Aliansi GAMMA di
lapangan.
5.
Izin ANDAL belum terbit
6.
Patung eksterior dan interior bangunan
yang setengah telanjang dianggap menyinggung kultur budaya lokal warga maros.
Menyikapi hal tersebut,
perwakilan pengelola Grand Mall Maros menyatakan bahwa gaji yang dimaksudkan
adalah gaji pada tahap proses training selama tiga bulan, sedangkan 12 jam
kerja menggunakan sistem dua shift dan tidak benar pekerja dilarang berhijab
bahkan pihak perusahaan menerapkan konsep halal dan pegawai dilarang merokok
dan minum miras, dan patung-patung yang dianggap melanggar norma budaya telah
dirobohkan oleh pihak pengelola, sedangkan untuk izin ANDAL sedang dalam proses
pengurusan.
Pihak BLHD Kabupaten
Maros sendiri sebagai instansi berwenang dalam penerbitan ANDAL menyatakan bahwa
selama belum mengantongi izin ANDAL, pihak Grand Mall Batangase Maros tidak
bisa melakukan soft opening. (Ahmad
Saiful)
EDITOR : A. Maradja


