ReaksiPress.Maros.
Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Kabupaten Maros, pada Minggu
(07/05/2017) melaksanakan musyawarah daerah luar biasa (MUSDALUB) di aula Hotel
Afiat Kabupaten Maros.
Acara yang digagas oleh
FORMASI (Forum Masyarakat Seni) Kabupaten Maros, dilaksanakan untuk melakukan
penggantian pucuk pimpinan BKKI Kabupaten Maros karena ketua lama dianggap
tidak menjalankan roda organisasi sebagaimana amanah organisasi.
“Ini didasari oleh
karena ketua sebelumnya tidak menjalankan organisasi sesuai AD/ART, mulai dari
program kerja yang tidak jalan, reshufle pengurus sebelum ada pelaksanaan
program kerja, sehingga kami bertanya indikator penilaian reshufle.
Intinya semua kebijakan-kebijakan ketua
lama tidak sesuai dengan AD ART.” Jelas salah satu seniman maros, Ollank
Sukardi.
Acara yang dihadiri
beberapa sanggar seni di Kabupaten maros seperti Sanggar Salokoa, Sanggar Bulusaraung, Sanggar Reaksi, Jejaka, juga
dihadiri beberapa pentolan seniman Maros seperti Lory Hendrajaya, Ilyas Cika
dan Tunggal hayaskoro.
Acara yang mengusung
tema “Toddopuli Kalebbakanna” akhirnya memilih dengan aklamasi pimpinan sanggar
tari Batara Maru, Muhammad Haris, S.Pd., M.Pd menjadi ketua baru BKKI Kabupaten
Maros.
Haris, S.Pd., M.Pd yang
terpilih menyatakan akan mengembalikan maruah kesenian di tubuh BKKI dengan
prinsip Sipakatau, sebagaimana adat orang Maros.
“Saya akan tetap
merangkul semua seniman, dan mengandekan adanya pementasan rutin untuk semua
sanggar dan seniman Maros.” Pungkasnya. (ArisSugeng)
Editor : A.Maradja


