iklan *

Kritik Pedas Ketua PWRI Suriyanti PD, Tapi Pemerintah Tetap Tuli

Adanya pernyataan dari salah satu organisasi Pers yang mendukung seruan Unesco agar Pemerintah Indonesia menyelidiki secara transparan tewasnya M. Yusuf di tahanan Juni lalu mendapat kritik dari Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( PWRI ) Suriyanto PD.

Menurut Suriyanto, PWRI dan 17 organisasi pers nasional lainnya, telah melakukan berbagai langkah untuk mendesak pemerintah agar kematian wartawan Sinar Pagi Baru M. Yusuf mendapat perhatian serius, dengan membentuk tim pencari fakta yang kredibel guna mengusut secara tuntas kematian wartawan yang dikriminalisasi karena pemberitaannya tersebut, jauh-jauh hari sebelum persoalan ini menjadi pembicaraan internasional.

“ PWRI dan 17 organisasi pers lain sudah jauh hari meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas kematian M. Yusuf di tahanan karena dikriminalisasi. Jadi tidak seketika begitu saja. Organisasi tersebut boleh-boleh saja mendukung upaya Unesco, namun yang kami sesalkan selama ini kemana. Jadi tidak perlu mencuri perhatian, itu namanya inkonsisten?” kata Suriyanto kepada Strategi.co.id, Sabtu 7 Juli 2018.

Ditegaskan Suriyanto, bila suatu organisasi profesi pers konsisten, tentu akan bereaksi ketika ada rekan seprofesinya mengalami persoalan dan dikriminalisasi karena menjalankan tugas jurnalistiknya.

Tak hanya itu, menurut Suriyanto, PWRI dan 17 organisasi pers nasional, telah merapatkan barisan untuk melakukan judicial review terkait undang-undang pers, serta mendesak semua pihak untuk tidak lagi melakukan kriminalisasi terhadap pekerja media, karena hal itu termasuk suatu kejahatan kemanusiaan.

“ Kami konsisten terhadap penegakan prinsip-prinsip pers yang benar, termasuk perlindungan terhadap pekerja media dalam melakukan tugas jurnalistiknya,” ujarnya._Sumber STRATEGI.co.id, Jakarta
_______
Reaksi Press _ (Kaimuddin Mbck)

Headline

Nasional