iklan *

DIALOG SASTRA DI KANTIN UMMA

Maros.Artikel-reaksipress.com -Dialog Sastra (Catatan tak penting) _ sengaja dipublis karena ingatan tak pernah stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup, semisal dengan kertas_ mengulang 2013 ke 2018 di " Kantin Mas", area belakang kampus, dengan merelay  hari ketika dahulu teks demikian terpaksa harus lahir pada temu sekelompok anak bahasa di kampus yang menamakan diri mereka "Bajingan Sastra", mungkin sebab mereka suka coret-coret meja kantin dengan teks nama pacar mereka. 

Mereka menulis sastra tapi orang-orang bilang sastra itu cengeng, ah..sudahlah katakan saja bahwa, "Sastra memang bukanlah segalanya, tapi segalanya dapat saja bermula dari sastra." sebuah ucapan mengawali perbincangan sastra pada sebuah pertemuan di kampus bersama Komunitas Himpunan Mahasiswa Bahasa,  mereka cerita ramai tentang sastra dilihat dari berbagai unsur kekaryaan, kepentingan dan tataran kritik, yang pada akhirnya menutup pikiran bahwa," sastra itu unik sedikit bajingan dan menyenangkan_ asbab kemudian melahirkan "Antologi Puisi Titipan Langit", Walaupun dunia kecil semata, atau tebesit hanya dalam perasaan,  sebab segalanya mesti dituliskan dengan hanya sepeminuman teh, antologi puisi mereka baru saja lahir dan peluh melumerkan wajah mereka pada pendanaan dengan memperbanyak pacar (sebab mereka cukup kren) dan merayunya atau seluruh  pacar mereka di aktifkan sebagai donatur,haha..ha.. 

Budaya & Bahasa 2017 : Di luar kampus pengembangan budaya dan kebahasaan, menegas pula nama "OBC_MAROS an  "FGD Maros Kota Literasi". komunitas multibahasa, melarut dalam penelitian tindak tutur warga komunitas hingga dialog identitas kampung mereka, semisal kajian linguistik forensik budaya plus analisis dokumen, serta telaah strategis budaya daerah dan sastra sekolah ....disana ada Khaerun Iman dan Amul Hikmah Budiman, merunut info dan mengisi perbincangan ringan, penggalian yang sesungguhnya masih stereotype tapi dengan adaptasi nilai sosial yang tepat, merupa semisal Bengkel menulis dan pandangan analisis yang di bangun oleh anak muda cakap Maros. Bersama mereka tampak antusias belajar sembari mengumpulkan literasi melakukan penguatan_ ya asyiklah (dibanding ngumpuldan tak bikin apa-apa ..... Badaruddin bilang (OBC Maros) kegiatan #LAPAK_BACA adalah ruang yang begitu luas, demi tidak terpenjara dalam satu situasi dan tak terperangkap pola pikir yang keliru. diakhirinya dengan pesan " teruslah MEMBACA, sebab Perjalanan masih panjang.....(berikut puisi hal 18 dalam antologi "Titipan Langit"

" Itu Kau"  _________ Kaimuddin Mbck

aku enggan ketika kau melintas,
kau bajingan yang membuat  percikan api dan nyala magis,
karenannya,  baris pembuka baru saja jadi penghubung dalam pengasingan dan keheningan,

kau menjadi  gerak malam yang sibuk seolah nyanyian belantara,
yang mencipta  batas,  antara bab kebimbangan dan  judul  yang  riuh,
:  aku bergumul dengan teks, meliar  mengerang dan tumbuh meruas-ruas

itu kau : yang kusangka  telah melukismu...
itu kau : yang menghentikan  malam, dan tak membiarkan   fajar tiba (demikian lama)
uh....  aku mecoret-coretmu  di sini ....(tanganku  menunjuk dada)
__________
Reaksi Press, Maros Sabtu 30 Juni 2018_

Artikel