Andi Danial Asg (Penasehat DPC LBC Maros) di kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan selembaga dari beberapa kabupaten, ia mengajak semua pihak untuk melestarikan badik pusaka yang ada, termasuk mengatraktifkan bahasa ibu, yang kerap tidak umum lagi di gunakan di kalangan remaja, dan menurutnya bahwa identifikasi pamor dan tempaan serta hal krusial eksistensi badik lebih sepadan ketika tutur menggunakan bahasa ibu tersebut.
Menurut Djadjang Andi Abbas , pelestarian Badik pusaka yang kita punyai sekarang merupakan bagian penting masa kini dan masa yang akan datang dan itu bukan sekadar masa lalu, untuk melestarikannya juga bukan bicara soal milik siapa dan siapa yang paling berhak maupun yang harus diuntungkan, karena kita akan melihatnya sebagai sebuah kepentingan bersama ” ujarnya.Bukber Dihadiri : DPC PWRI MAROS
LEMBAGA BADIK CELEBES DPC MAKASSAR
LEMBAGA BADIK CELEBES DPC PANGKEP
LEMBAGA BADIK CELEBES DPC PARE-PARE
LEMBAGA BADIK CELEBES DPC GOWA
Dialog dalam Gerakan kelestarian pusaka Indonesia memang dimulai sejak 2000an dan ditandai berdirinya beragam organisasi masyarakat, dengan kelompok komunitas peduli pelestarian pusaka. sebuah keadaan memperkuat hubungan organisasi hingga kemudian diformalkan perkumpulan dengan nama Lembaga Badik Celebes tersebut dengan kesepahaman atau inisiatif mencintai dan memelihara dan melestarikan benda pusaka. Selamatkan pusaka kita, Sekarang! Atau kita akan kehilangan segalanya.
_________
Reaksi Press_Kaimuddin Mbck

