Opini-
reaksipress.com -Kaum pemuda yang
disebut Generasi Milenial aktif dalam dunia media sosial, sangat sedikit yang terjun
dan mengetahui dunia politik. Berthold Brecht, Penyair dan Dramawan Jerman berkata “Orang
buta politik tidak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga
obat, semuanya bergantung keputusan politik. Dia membanggakan sikap anti
politiknya, membusungkan dada dan berkoar: “aku benci politik!”. Sungguh bodoh
dia, yang tak mengetahui bahwa karena dia tidak mau tahu politik akibatnya
adalah pelacuran, anak terlantar, perampokan, dan yang terburuk: korupsi dan
perusahaan multinasional yang menguras kekayaan negeri”.
Pengamat
Politik Charta Politika Muslimin menilai generasi milenial sangat mempengaruhi
kemenangan pemilu 2019 mendatang. Pasalnya generasi milenial berjumlah 45% dari
total penduduk indonesia.
Untuk
mewujudkan kemenangan itu kaum muda harus berani terjun ke dunia politik,
karena apolitis (Apatis pada politik) bukanlah solusi demokrasi melainkan
kebalikannya.
“Secara
kualitatif dan kuantitaif pemuda punya keduanya, jadi potensi kemenangan itu
bukanlah mimpi belaka, yang kita harus lakukan adalah terjun secara masif dan
terkordinir dalam satu wadah. Partai Solidaritas Indonesia adalah satu-satunya
partai politik anak muda, saya melihat PSI adalah wadah yang tepat untuk
mengakomodir kekuatan pemuda sacara keseluruhan” tutur Nasaruddin Gante yang
akrab disapa Bro Nasar
“Pemuda
yang perihatin akan kondisi politik bangsa serta menyatakan sikap untuk turut
serta memperbaiki kondisi politik bangsa adalah harapan para pahlawan pendahulu
kita demi kemajuan Bangsa, membangun budaya politik yang baik serta menciptakan
iklim politik yang sehat dan melaukan pembinaan politik terhadap masyarakat.
Kegagalan demokrasi kita kerena pembodohan dan kebohongan politik. Rajut
Solidaritas pemuda menuju kemenangan dan kemajuan Bangsa Indonesia.”lanjutnya
Ia
kemudian menutup paparankekhawatirannya dengan mengutip pernyataan Recep Tayyip
Erdogan yang berkata “Jika orang baik tidak terjun ke politik, maka para
penjahatlah yang akan mengisinya.”
Penulis :
Achy
Editor : A. Maradja


